Tawadhu

1. Pengertian Tawadhu

Tawadhu artinya rendah hati atau tidak sombong. Jadi, tawadhu yakni ketundukan kepada kebenaran dan menerimanya dari siapa pun datangnya, baik dalam keadaan suka maupun tidak suka.

Lawan dari sifat tawadhu yakni takabur (sombong). Sifat takabur yakni sifat yang dibenci Allah dan rasul-Nya. Sebagaimana hadis Nabi dari Abdullah bin Mas’ud; bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda: “Sombong yakni menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain.” (H.R. Muslim).

2. Contoh Perilaku Tawadhu Nabi Muhammad saw.

Sifat rendah hati membawa orang ke tingkat yang terhormat dan dihargai dalam masyarakat. Orang akan terhormat bila mau menghormati orang lain. Sementara itu, sifat sombong sanggup menciptakan orang menjauh dan membenci. Rendah hati merupakan sifat nabi, rasul, sobat nabi, dan orang-orang yang saleh. Salah satu bentuk ketawadhuan Rasulullah saw. yakni dia tidak suka dipuji dan disanjung secara berlebihan. Dari Umar bin Kha¯¯ab r.a., ia berkata:

Rasulullah saw. pernah bersabda, yang artinya:
“Janganlah kau sanjung saya (secara berlebihan) sebagaimana kaum Kristen menyanjung ‘Isa bin Maryam a.s. secara berlebihan. Aku hanyalah seorang hamba Allah, maka panggillah saya dengan sebutan: hamba Allah dan rasul-Nya.” (H.R. Abu Daud).

3. Perilaku Tawadhu dalam Kehidupan Sehari-hari

Orang yang bertawadhu akan tampak dari sikap dan perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari. Ciri sikap tawadhu terbagi dua.
a. Tawadhu yang Terpuji
Tawadhu yang terpuji yakni ketawadhuan seseorang kepada Allah dan tidak mengangkat diri di hadapan hamba-hamba Allah swt. Contoh sikap tawadhu ini, antara lain:
1.tidak berlebihan, baik dalam perhiasan, makanan, dan minuman;
2.sopan santun dalam bertindak dan bersikap;
3.merendahkan nada suaranya;
4.gemar menolong orang yang membutuhkan pertolongan.

b. Tawadhu yang Dibenci

Tawadhu yang dibenci yakni tawadhunya seseorang kepada Allah sebab menginginkan dunia ada di sisinya. Contoh sikap tawa«u ini, antara lain: 1.bersikap tabiat sebab mempunyai maksud yang tidak baik;
2.tidak hiperbola menggunakan harta sebab takut dicuri atau dimintai zakat;
3.menolong orang yang membutuhkan santunan dengan maksud ada imbalan dari yang ditolongnya.

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *