Satu Jam Saja

Sebelas tahun mengabdi di SDN Kalijaga Permai sejak 2009. Tentunya sebagai guru wali kelas adalah tugas utama. Di awal masuk sy dipercaya memegang kelas 3. Tiga tahun pelajaran membersamai siswa sebagai wali kelas empat. Selama tujuh tahun pelajaran dipercaya menggawangi kelas enam.

Kelas 6 Tahun Pelajaran 2020/2021, adalah kelas 6 terakhir yang sy pegang di SDN Kalijaga Permai. Kelas 6 yang tahun ini berbeda sepenuhnya dengan kelas enam sebelumnya. Kelas 6 Tahun Pelajaran 2020/2021 adalah kelas “Jauh di Mata Dekat di Hati”. Karena kelas 6 tahun ini adalah kelas 6 pertama yang menggunakan kurikulum kondisi khusus efek pandemi covid-19.

Siswa kelas 6 tahun pelajaran ini, adalah siswa kelas enam yang mengikuti program Belajar dari Rumah (BDR) sesuai regulasi pemerintah. Sehingga pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) full satu tahun pelajaran dan menjadi sejarah masa pendidikan mereka semasa di sekolah dasar. Karena kondisi tersebut, kesempatan mengenal mereka dari Juli 2020 (awal TP baru), hanya bisa dilakukan melalui kegiatan virtual yakni saat KBM daring lewat zoom. Jadilah saya mengenal dan berusaha menghafalkan mereka satu persatu wajah dan karakterya hanya dari kegiatan virtual.

Walau begitu, kelas 6 yang menamai kelasnya dengan “The Tantastic Thirty Four” ini adalah kelas yang mempesona. Walau hanya sempat membersamai mereka lewat layar di lapi dan gawai, dari 34 siswa-siswinya, mereka punya keunikan dan talenta masing-masing yang mempesona menurut saya.

Nah inilah mereka

Alhamdulillah, di Pebruari 2021 Allah memberi rezeki tatap muka dengan mereka melaluui sesi foto bersama pembuatan album kelas. Jadilah pertemuan di Kamis 18 Pebruari tersebut sebagai pertemuan pertama dan terakhir dengan mereka, selaku walikelasnya yang hanya menyapa lewat dunia maya selama ini. Pertemuan satu jam saja (demi prootokol covid-19), cukuplah menjadi media bertaut hati dan sayang guru kepada siswanya. Hanya doa terbaik agar mereka selalu sehat, sukses bahagia hari ini dan esok masa depan . Aamiin. Semoga mereka semua tidaklah menjadi bagian dari “lost genaration” selama dalam pembimbingan saya.

Satu jam saja ku telah bisa sayangi kalian semua. Izinkan ibu pamit, semangatlah selalu dengan wali kelas sambung Bu Farida S. Salam sayang selalu utk kalian semua. Sampai jumpa di kesempatan lain.

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *