Ketika Pengobat Rindu Terjawab Waktu

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Seperti yang kita ketahui, saat ini Corona menjadi pembicaraan yang hangat. Di penjuru dunia, Corona telah berhasil mendominasi ruang publik. Dalam waktu yang singkat, Corona mampu menjadi tranding topik. Di belahan dunia manapun Corona selalu menjadi pembicaraan yang hangat, dimana semua pemberitaannya begitu terasa mencekam. Terdapat banyak korban jiwa yang diakibatkan karena COVID-19. Selain banyaknya korban yang meninggal, COVID-19 pun berimbas kepada semua sektor perekonomian dan pendidikan. Untuk menekan penyebaran Corona Virus Disease yang sangat berdampak besar terhadap beberapa negara, akhirnya ditetapkannya adanya kebijakan untuk memberlakukan lockdwon. Sementara itu di Indonesia memberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dan pemerintah memutuskan penetapan belajar dengan sistim daring (dalam jaringan) atau online.

Waktu telah bergulir dan pemerintah telah melakukan penetapan kebijakan dalam menyikapi Pandemi COVID -19. Untuk menekan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) pemerintah mewajibkan semua warga negaranya untuk dapat divaksin. Upaya tersebut terus dilakukan hingga saat ini, sedangkan angka kasus Corona Virus Disease (COVID-19) di Indonesia semakin menurun dengan pemberian pemberian vaksin dan pada akhir tahun 2021 ini pemerintah mengizinkan adanya proses PTM (pembelajaran tatap muka) secara terbatas dengan pengawalan jalur protokol kesehatan yang ketat.

Pertama kali dilakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT), saya ucap syukur kepada Allah ta’ala karena masih diberikan kesehatan. Rasanya senang campur haru dan bahagia dapat mengajar kembali bersama peserta didik bagaikan pengobat rindu yang tersimpan lama selama Pandemi ini. Bahagia saat melihat kilauan dari mata anak-anak peserta didik dan mendengar riuh suara mereka, melihat mereka dan bercengkrama meskipun hanya dalam jarak yang cukup dibatasi, namun semangat pendidik dan peserta didik tampak tak meredup. Kami merasakan kerinduan yang sama. Pandemi ini mengakibatkan kami para guru tidak bisa berinteraksi dengan peserta didik secara langsung. Pembelajaran tatap muka meskipun terbatas waktu, tetap dirasakan haru bahagia.

Semoga pandemi ini cepat berlalu, dapat kembali ke sekolah melaksanakan pembejaran tanpa ada kekhawatiran akan penyebaran COVID-19 tanpa ada pembatasan waktu belajar merupakan harapan dan impian pendidik serta peserta didik.

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

2 Comments:

  1. 🤗🤗🥰

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *