Riangnya para siswa walaupun pembelajaran tatap muka terbatas

Sesuai dengan ketentuan PPKM level 3, kapasitas pembelajaran tatap muka hanya sebesar 50 persen. Seluruh kegiatan PTM dalam pengawasan Satgas Covid-19 daerah.“Sekolah yang sudah langsung PTM Terbatas karena sebelumnya sudah melaksanakan simulasi atau uji coba’.

Pemerintah mendorong penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk mengurangi rsiko dampak sosial berkepanjangan. Dampak sosial tidak hanya meliputi kualitas pendidikan, melainkan juga terkait tumbuh kembang dan hak anak.

Dalam sebuah proses pembelajaran baik pada saat pembelajaran tatap muka maupun saat belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran daring.Pengalaman belajar di rumah, tengah terasa pada berbagai belahan dunia saat ini. Hal ini karena adanya pandemi, tak terkecuali masyarakat Indonesia yang turut merasakan ganasnya virus tersebut.

Salah satu contoh yang dapat kita rasakan adalah pada sektor pendidikan. Sebelum terjadinya pandemi, proses belajar mengajar antara guru dan siswa berlangsung secara tatap muka dalam ruang kelas. Walaupun pada kenyataanya, terkadang siswa merasa bosan karena belajar dari rumah terbilang cukup monoton. Mulai dari tidak bisa bertemu dengan teman seperjuangan secara langsung, hingga menatap layar gadget dengan waktu yang cukup lama. Pembelajaran tatap muka jauh lebih efektif dibandingkan pembelajaran jarak jauh. Sebab, materi bisa disampaikan langsung sehingga bisa diserap oleh siswa dengan mudah. Pembelajaran lewat online sedikit susah mengajarkannya. Kitapun tidak tahu siswa menyimak atau tidak. Jika pembelajaran tatap muka kita dengan mudah melihat para siswa apakah menyimak penjelasan yang disampaikan guru. Namun sebagai guru  pembelajaran tatap muka di era pandemi memiliki tantangan tersendiri. Alhamdulilah di SDN Kalijaga Permai telah melaksanakn pemebelajaran tatap muka terbatas, hal ini disambut gembira oleh para guru, siswa dan orang tua sisw dan ada juga di sekolah lain yang sejumlah siswanya belum diperbolehkan untuk mengikuti sekolah tatap muka.

tak lupa memastikan protokol kesehatan akan terus diterapkan dengan ketat selama pembelajaran tatap muka. Pada hari ini. ada duapuluh delapan siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka dan dibagi ke dalam dua sesi. Satu kelas hanya terdiri dari empat belas siswa didalam kelas anak anak duduk sendiri atau satu meja satu anak. Sehingga protokol jaga jarak bisa diterapkan. Seluruh guru dan siswa juga tertib menggunakan masker.

riangnya anak-anak kelas 1 yang baru pertama kali mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas, mengenal teman – teman,guru-guru dan lingkungan sekolah secara langsung.

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *