22 Hari Isolasi Mandiri Karena Positif Covid-19

by. Emerizqi Rafan Pribadi

Nama saya Emerizqi Rafan Pribadi disini saya akan menceritakan pengalaman saya ketika menjalani isolasi mandiri selama 22 hari di rumah saja.
Pada hari Selasa 16 Februari 2021 ayahku pulang kerja sudah mulai merasa kurang enak badan.
Pusing, batuk dan kakinya terasa pegal-pegal. Keesokan harinya, kami (ayah, bunda, embah putri, saya dan adik) pergi ke Indramayu. Kami disana sampai hari Sabtu. Selama disana ayahku sering tidur tidak seperti biasanya. Hari sabtu kami kembali pulang ke Cirebon. Dijalan ayah masih merasa kurang enak badan dan kurang bisa mencium bau-bauan. Hari Minggunya ayah tidur seharian dan hanya minum obat untuk flu.
Hari Senin 22 Februari 2021 ayah berencana berangkat kerja ke Indramayu seperti biasa. Tetapi sebelum kekantor ayah memutuskan untuk melakukan tes swab antigen. Dari hasil tes tersebut ayah dinyatakan positif covid dan dirujuk untuk melakukan tes PCR. Mengetahui kalau ayah positif covid kami sekeluarga memutuskan untuk langsung melakukan isolasi mandiri dirumah sambil menunggu hasil tes PCR ayah. Ayah juga langsung melakukan isolasi mandiri dirumah Indramayu.
Hari Kamis 25 Februari 2021 hasil tes PCR ayah juga positif. Nenek dan Bunda langsung laporan ke puskesman larangan dan minta jadwal mengikuti tes PCR untuk kami sekeluarga. Keesokan harinya kami sekeluarga kepuskesmas untuk tes PCR. Saat sampai disana kami masih harus menunggu giliran. Tes PCR itu untuk mengambil sampel lender atau cairan dari hidung dan tenggorokkan. Caranya yaitu lidi kapas dimasukan kehidung sampai ujung tenggorokan. Selama kapas dimasukan kehidung kita disarankan untuk menahan nafas. Saat lidi kapas masuk saya merasakan sedikit sakit dan ingin bersin.
Hari Sabtu 27 Februari 2021 hasil tes kami keluar. Saya, Bunda dan mbah putri positif covid. Sementara kakek, Nenek, Kakak dan Adik saya negatif. Menurut tugas puskesmas fasilitas untuk isolasi yang disediakan pemerintah sedang penuh. Karena itu kami disarankan untuk tetap isolasi mandiri dirumah Jadi kami yang positif ditempatkan dikamar Bunda yang ada kamar mandinya tersendiri. Sebisa mungkin kami tidak keluar kamar. Kalaupun harus keluar kamar kami harus memakai masker. Selama isolasi mandiri, saya dan adik saya tetap bermain bersama lewat game tetapi harus sambil teleponan. Saat ada tugas atau jadwal zoom saya tetap mengikuti jadwal zoom dan mengerjakan tugas dari guru selain itu kegiatan saya kebanyakan bermain game hingga malam. Terkadang saya dan adik saya marah karena game.
Alhamdullilah selama isolasi saya tidak merasakan gejala penyakit yang parah. Jadi saya hanya minum vitamin untuk manaikan imun tubuh. Saya juga mencoba meminum susu beruang dan obat China. Setiap pagi  sekitar jam 9 saya berjemur di atap rumah agar bisa terkena langsung sinar matahari.
Hari Senin 8 Maret 2021 kami melakukan tes PCR kembali tetapi hanya untun yang positif. Dua hari kemudian hasil tes kami sudah keluar namun hasilnya masih sama tetap positif. Jadi kami masih meneruskan isolasi mandiri tetapi yang negatif sudah boleh keluar rumah. Lama kelamaan saya merasa bosan dan ingin keluar rumah, tetapi saya terpaksa masih harus diam didalam kamar hingga Senin berikutnya. Saat Senin berikutnya kami tes PCR kembali dan hasilnya saya sudah negatif tetapi ayah, bunda dan mbah putri masih positif. Namun menurut dokter dan petugas puskesmas sudah tidak perlu di isolai karena sudah melewati masa menularkan(inkubasi). Dan hanya perlu menunggu masa pemulihan selesai agar dapat keluar rumah dan menjalani aktivitas seperti biasanya.
Setelah kejadian itu, saya mulai hidup yang lebih sehat.
Setiap hari minggu saya selalu olahraga pagi jogging bersama teman teman. Saya setiap keluar rumah selalu mamakai masker, agar tidak tertular lagi. Saya juga selalu makan tepat waktu. Makan makanan yang bergizi dan tidak terlalu banyak minyak. Intinya saya tidak ingin tertular lagi, saya janji akan selalu hidup sehat. Saya juga tau betapa pentingnya mengikuti protokol kesehatan.
 Untuk teman teman yang belum tertular, jangan sampai tertular.
Jika sudah tertular kalian akan merasakan susah karena harus di isolasi. Isolasi dapat membuat bosan jika terlalu lama. Maka agar tidak tertular, biasakanlah hidup sehat. Cuci tangan sebelum makan minimal 20 detik menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan lingkungan dan badan, berjaga jarak minimal 1m, menggunakan masker saat keluar rumah dan hidari kerumunan.

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *